Nggak terasa ya, sebentar lagi kita akan menyambut hari raya Idul Fitri, atau yang biasa kita kenal sebagai lebaran. Yang kita tahu, menurut kalender Islam, Idul Fitri jatuh setiap tanggal 1 di bulan Syawal.

Uniknya, masyarakat Jawa mengadakan perayaan lebaran sebanyak dua kali dalam bulan syawal. Pertama, pada tanggal 1 Syawal, yang kedua pada tanggal 8 Syawal. Nah, biasanya, masyarakat Jawa baru akan memasak ketupat di perayaan lebaran yang kedua ini. Untuk itu, perayaan lebaran masyarakat Jawa pada tanggal 8 Syawal ini disebut bakda kupat, atau dalam bahasa Indonesia, lebaran ketupat. Nah, bakda kupat adalah hal yang akan Kratingdaeng bahas kali ini.

Bakda kupat, memiiki filosofi untuk perayaan saling memaafkan. Dimana kata kupat yang berarti ngaku lepat (mengaku salah) menjadi penanda dari perayaan bakda kupat. Makanya, ketupat selalu hadir dalam hidangan saat lebaran. Tradisi bakda kupat awalnya dibawa oleh Sunan Kalijaga di awal abad 15 sebagai bagian dari perkenalan agama islam di Pulau Jawa.

Ketupat sendiri punya berbagai macam filosofi.

Pertama, ketupat yang dibuat dari daun janur kuning diartikan sebagai lambang kebahagiaan masyarakat Jawa.

Kedua, ketupat yang diisi nasi putih adalah lambang dari kesucian hati yang saling memaafkan.

Ketiga, bentuk ketupat yang serupa segi empat dengan sisi yang sempurna, diyakini sebagai lambang kesempurnaan kemenangan umat islam setelah berpuasa pada bulan Ramadhan.

Selain kental dengan simbolisasi agama Islam, bakda kupat juga diyakini sebagai pemujaan pada Dewi Sri. Dewi Sri adalah dewi pertanian dan kesuburan, pelindung kelahiran dan kehidupan, kekayaan dan kemakmuran. Dewi Sri sudah dimuliakan sejak jaman Kerajaan Majapahit dan Pajajaran. Perlindungan Dewi Sri diyakini sebagai kekuatan untuk masyarakat agraris dalam mengolah ladang dan persawahannya.

Wah ternyata makna lebaran di Indonesia enggak cuma dimaknai dari sisi agama aja, ya. Ternyata, budaya juga mempengaruhi perayaan lebaran di negeri ini. Jadi, karena sekarang kita lebih tahu makna hidangan ketupat di hari lebaran, besok waktu lebaran jangan asal dilahap aja ya ketupatnya. Dimaknai juga, biar lebaran kali ini lebih berarti!

 

Photo Credit: bp.blogspotticjepara