Pengendara Ducati Jorge Lorenzo harus mengalami nasib buruk di balapan GP Aragon 23 September lalu.

Cedera parah menimpa Lorenzo yang mengharuskannya untuk menghentikan race di GP Aragon. Akankah cedera ini menghentikan Lorenzo dalam Race Thailand mendatang?

Meski awalnya Lorenzo memimpin balapan, dirinya sudah mengalami high crash di tikungan pertama. Lorenzo mengklaim bahwa sebab jatuhnya disebabkan oleh pengendara Honda Marc Marquez yang menutupi jalannya saat menikung. Menurut pengamatannya, Marquez masuk ke tikungan dengan sangat agresif yang membuatnya tak bisa ambil jalur tikungan tersebut. Setelah crash Lorenzo, Marquez pun sukses menjejak podium teratas di GP Aragon.

Setelah mengalami kecelakaan hebat, Lorenzo sempat ngeyel berjalan kaki sendiri untuk mengamankan dirinya ke tepi. Namun saking parah cederanya membuat dirinya terpincang-pincang dan akhirnya harus ditandu keluar arena. X-Fuera (julukan Lorenzo) pun langsung dilarikan ke tim medis dan terpaksa menghentikan balapannya.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Lorenzo mengalami retak tulang metatarsal dan dislokasi ibu jari kaki kanannya. Tak heran pada saat itu Lorenzo tampak sangat kesakitan saat memaksakan diri untuk berjalan. Hasil check-up kedua menunjukkan bahwa masih ada pembengkakan dan inflamasi di kaki kanannya. Cedera yang dialaminya ini membuat partisipasinya dalam GP Thailand masih diambang kepastian.

Dokter Lorenzo bilang kalau butuh paling tidak 10 hari untuk pemulihan, namun waktu tersebut belum menjamin kalau Lorenzo sudah benar-benar siap untuk race Thailand. Meski ingin ikut serta dalam race tersebut untuk membalas ketertinggalannya di race Aragon, Lorenzo menyebutkan bahwa dirinya tidak akan memaksakan diri. Jika merasa kesakitan saat latihan, Lorenzo tak mau ambil risiko memperparah cederanya.

Kita tunggu saja apakah Jorge Lorenzo mampu bertanding pada 7 Oktober di Chang International Circuit.