Buat yang hobi olahraga, pasti paling males kalau cedera otot.

Apalagi kalau olahraga yang menuntut banyak variasi gerakan dan ketahanan otot seperti sepak bola/futsal, basket, dan lari. Selain harus menghentikan kesenangan olahraga yang sedang dilakukan, rasa sakit yang disebabkan cedera otot juga begitu menyiksa. Selain itu, masa penyembuhan cedera yang relatif lama juga mengganggu aktifitas sehari-hari. Tapi tenang aja, artikel ini bakal bagi tips menangani cedera otot beserta cara pencegahannya. Sebelum itu, pahami dulu yuk kenapa bisa terjadi cedera!

 

Sebab Cedera

Cedera otot merupakan adanya peradangan hingga robekan pada otot karena otot belum siap untuk digunakan. Bisa juga terjadi karena otot masih dalam keadaan kaku dan tiba-tiba dipaksakan untuk melakukan suatu gerakan. Peradangan atau robekan ini yang menyebabkan rasa sakit dan timbulnya bengkak saat mengalami cedera. Tingkat cedera sendiri beragam, dari ringan, menengah hingga cedera parah yang penyembuhannya bisa memakan waktu hingga 12 minggu!

 

Pencegahan dan Penanganan

Siapa sih yang mau cedera? Satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya cedera otot yaitu dengan melakukan prosedur pemanasan yang tepat. Tapi kalau sudah terlanjur mengalami cedera, ikuti penanganan dengan cara R.I.C.E. Singkatan Medis ini terdiri dari:

 

 

  • Rest

 

Istirahatkan segera bagian tubuh yang mengalami cedera. Selain itu lebih baik berhenti melakukan aktivitas berat selama 2-3 hari setelah cedera. Jangan memaksakan diri untuk tetap melakukan olahraga, karena dapat berdampak fatal.

 

 

  • Ice

 

Tempelkan es yang dibalut handuk ke area cedera selama 15-20 menit setelah 2-3 jam mengalami cedera. Es dapat membantu mengurangi pembengkakan dan kerusakan jaringan berkelanjutan. Es juga berperan seperti analgetik karena bisa mengurangi rasa nyeri akibat cedera.

 

 

  • Compression

 

Untuk mencegah pembengkakan makin parah, balut area cedera dengan perban elastis. Pembalutan perban elastis bertujuan untuk menghindari penumpukan cairan pembengkakan. Selain itu, perban elastis juga berfungsi agar bagian tubuh yang mengalami cedera tidak digerakkan secara ekstrim.

 

 

  • Elevation

 

Langkah terakhir adalah elevasi bagian tubuh yang cedera. Caranya cukup meletakkan bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari badan. Tujuannya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pembengkakan.

 

Nah, meskipun sudah tahu cara menangani cedera dari artikel ini, lebih baik melakukan pemanasan yang benar dulu ya sebelum berolahraga!

 

Cedera Saat Berolahraga? Tangani Dengan Langkah Ini