Setelan jas rapi, kumis tebal yang manly, serta motor gede yang dikendarai adalah ciri utama para rider dalam acara Distinguished Gentleman’s Ride (DGR).

Minggu, 30 September kemarin DGR digelar serentak di 500 Kota dalam 100 Negara di dunia. Indonesia juga tak kalah nih jadi salah satu Negara yang menyelenggarakan DGR 2018 kemarin. Nggak cuma ajang pamer gaya atau pamer motor gede nih, Distinguished Gentleman’s Ride punya tujuan kemanusiaan dibalik acaranya.

Awal sejarah

Kratingdaeng_Sports_Event_Distinguished Gentleman’s Ride, Event Moge Bertujuan Amal_1

Distinguished Gentleman’s Ride awalnya dimulai pada tahun 2012 oleh Mark Hawwa di Sidney, Australia. Mark terinspirasi dari foto Don Draper dari serial TV America Mad Man saat dirinya mengenakan setelan jas diatas motor gede. Maka dari itu, Ride ini mengajak para rider mengenakan pakaian rapi serta berperilaku ramah selama mengikuti acara. Meski begitu, acara ini masih menawarkan beberapa opsi tematik untuk gaya berpakaian dan modifikasi motor yang bisa para rider usung seperti café racers, bobbers, classics, modern classics, flat trackers, scramblers, old school choppers, gaya anak nakal, scooters klasik, dan sespan klasik.

Untuk mengikuti acara ini, para rider tidak dikenakan biaya apapun. Kerennya nih, para rider juga didorong untuk mengumpulkan sponsor agar terkumpul uang untuk The Movember Foundation, Yayasan peduli kanker prostat dan pencegahan bunuh diri khusus pria. Meski begitu, Acara ini terbuka untuk semua gender.

DGR 2018 di Indonesia

Kratingdaeng_Sports_Event_Distinguished Gentleman’s Ride, Event Moge Bertujuan Amal_2

Di Indonesia sendiri, DGR 2018 diadakan di 20 kota dan diikuti oleh ribuan rider. DGR 2018 di Indonesia berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 7380. Sebagian dana itu akan disumbangkan di beberapa Yayasan peduli kanker di Indonesia. Tak lupa dana tersebut juga didonasikan ke The Movember Foundation.

Ternyata, berkendara dan berdandan juga bisa sambil beramal lho. Sering-sering ikut event kaya gini yuk!