Bagi yang suka berlibur atau tinggal di pulau dewata, tentunya nggak asing lagi dengan Garuda Wisnu kencana.

Selain karena kemegahannya, monumen patung Dewa Wisnu ini juga terkenal memiliki beberapa tahap pembangunan hingga akhirnya selesai dibangun di tahun 2018 ini. Kali ini, Kratingdaeng mau mengajak para pembaca untuk menelusuri berbagai fakta di balik proses pembangunan monumen Garuda Wisnu Kencana. Yuk, simak artikel berikut ini!

 

Tinggi monumen yang dibangun, digadang-gadang mengalahkan tingginya Patung Liberty.

Monumen Garuda Wisnu Kencana dibangun di atas area seluas 250 hektar. Monumen ini dibangun dengan konsep pembangunan patung raksasa berwujud Dewa Wisnu yang sedang mengendarai burung. Juga, patung ini terbuat dari bahan dasar tembaga dan baja seberat 4.000 ton. Jika patung ini diukur, tingginya adalah 146 meter. Artinya, patung ini akan menjulang lebih tinggi dari Patung Liberty yang hanya 93 meter.

 

Proyek monumen GWK sempat terhenti di tahun 2000an.

 

Proyek ini sempat dinilai sebatas wacana karena terhenti selama sekian tahun, dimulai dari tahun 2009. Saat itu, monumen ini baru sebatas setengah badan Dewa Wisnu yang berdiri di atas Plaza Wisnu. Sementara itu, burung garuda yang seharusnya menjadi tunggangan Dewa Wisnu di patung ini hanya tersusun bagian bagian leher hingga kepalanya saja.

 

Makna Patung Dewa Wisnu.

Patung Wisnu yang didirikan di monumen ini dibangun sebagai simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Patung tersebut juga diproyeksikan sebagai pengikat tata ruang dengan jarak pandang hingga 20 km sehingga dapat dilihat dari Pantai Kuta, Sanur, Nusa Dua, hingga Tanah Lot.

 Itu dia fakta-fakta menarik seputar pembangunan monumen GWK di Bali. Nah, mumpung sekarang pembangunannya sudah selesai, buruan rancang extreme adventure-mu di sana!

 

Garuda Wisnu Kencana Selesai, Ini Behind the Scene yang Perlu Kamu Tahu!