Ternyata penggemar helm ini agar mudah berkumpul, punya wilayah masing-masing agar mudah berkomunikasi dan kopdar. Salah satunya Iman Maliki, Helmet Lover di wilayah Depok.

Melatari kekagumannya pada pembalap, diyakini Iman ketika memakai helm Arai saat berkendara motor itu bagaikan pembalap.

Kratingdaeng Helmet Lovers10

 

“Tapi hal itu sudah saya kesampingkan, karena makin ke sini saya lebih memilih kenyamanan. Makanya pakai yang Arai,” ujar Iman.

Tapi dirinya mengungkapkan bahwa helm Shoei sejauh ini yang paling enak. “Nah, Shoei X14 yang punya Marc Marquez yang paling enak.”

Kratingdaeng Helmet Lovers8
Caption

 

Dirinya mengungkapkan, bersama teman-teman di Helmet Lover bisa saling bincangkan tips perawatan agar helm tetap dalam keadaan baik. “Lebih enaknya bisa tau ada helm second yang tiba-tiba dijual murah. Andai kita beli sekitar Rp 5 juta, nanti bisa dijual lagi bisa untung Rp 500 ribu.”

Iman mengakui kadang yang bisa bikin emosi adalah ketika punya uang untuk menebus helm kesukaan. “Kalau duit gak ada, tapi ada helm incaran. Cuma bisa ngeces (air liur) aja!”

Sedangkan komunitas motor pengguna Kawasaki yakni Ninja Injection Owner yang anggotanya sekitar 500 orang ternyata juga ikutan di Helmet Lovers.

Kratingdaeng Helmet Lovers

 

Diwakili Purwanto yang sempat menjadi Sekjen NIO, bahwa memakai helm yang bagus itu ada kebanggaan, mulai dari tampilan warna dan kenyamanan saat berkendara. “Aman dan nyaman memang berbanding lurus dengan merek dan harga yang mahal.”

Kebanyakan dari para Helmet Lovers ini memiliki replika helm dari pembalap era GP500 seperti Mick Doohan, Collin Edwards, Alex Criville. Sedangkan era modern dari Valentino Rossi, Marc Marquez, Maverick Vinales hingga Dani Pedrosa.

 

Kratingdaeng Helmet Lovers10
Kratingdaeng Helmet Lovers4
Kratingdaeng Helmet Lovers5
Kratingdaeng Helmet Lovers7
Kratingdaeng Helmet Lovers9
Kratingdaeng Helmet Lovers11