In line skate adalah salah satu extreme sport yang sangat familiar bagi kaum urban.

Ditambah lagi, in line skate juga menjadi salah satu olahraga yang dilombakan di tingkat olimpiade. Perkembangan bentuk in line skate dari masa ke masa, menjadi bagian sejarah dari in line skate ini. Siapa yang menyangka bahwa lahirnya in-line skate ini ternyata adalah berkat ide yang muncul dari pemain hockey.

Di tahun 1979, dua pemain hockey yang bernama Scott Olson dan Brennan Olson menemukan sepasang sepatu roda antik yang diproduksi pada tahun 1960. Awalnya, mereka ingin menggunakan sepatu tersebut untuk berlatih hockey. Sepatu yang mereka temukan adalah sepatu roda yang memiliki roda in line. Sementara, saat itu, sudah ada berbagai macam bentuk sepatu roda, yang salah satunya memiliki bentuk roda paralel.

Kemudian, duo Olson ini merasa bahwa sepatu yang mereka beli ini perlu dimodifikasi setara dengan kebutuhan latihan mereka. Jadilah, mereka memodifikasi sepatu roda tersebut dengan bahan-bahan yang lebih modern. Setelah berbagai proses modifikasi, akhirnya mereka berhasil membuat sepatu ini lebih nyaman untuk digunakan. Sayangnya, tidak ada dokumentasi yang menunjukkan rakitan in-line skate ini.

Tak lama kemudian, The Olsons punya ide untuk membuat in line skate rakitan mereka sebagai awal mula bisnis. Sayangnya, ide bisnis mereka tidak berjalan mulus begitu saja. Hingga akhirnya di tahun 1984, seorang pengusaha bernama Bob Neagale, Jr. membeli bisnis mereka dan jadilah bernama Rollerblade, Inc ditetapkan sebagai nama produsen in line skate tersebut di tahun 1984. Pantas saja, beberapa orang menyebut sepatu in line skate sebagai rollerblade, sebabnya, rollerblade adalah merk in-line skate yang mendunia sejak 1984.

Di Indonesia, in-line skate adalah salah satu olahraga yang berkembang berkat kehadiran berbagai komunitas.

Penasaran dengan komunitas in-line skate yang ada di Indonesia? Stay tune terus di website Kratingdaeng ya!

Penasaran Sama Sejarah In-Line Skate? Simak Yang Satu Ini!