Kompetisi Dakar memang sangat menegangkan tak hanya dari pembalapnya, namun juga para mekanik yang harap-harap cemas kendaraan bisa datang tepat waktu ke bivouac.

Setiap hari selama dua pekan kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi hingga 200 km/jam dan berpotensi alami insiden atau kerusakan fatal di tengah jalan akibat menabrak batu atau terjerembab ke jurang.

“Selalu ada resiko di balapan reli ini terutama Dakar 2018!” ujar Bruno Famin, Peugeot Sport Director, Team Manager Peugeot Total.

Tanggung jawab mekanik juga sangat krusial, memastikan kendaraan selalu dalam keadaan prima. Bila terjadi insiden harus segera bergerak ke lokasi untuk memungkinkan kendaraan kembali ke bivouac dan dalam sekejab alias hitungan jam menyulap mobil dalam keadaan prima lagi untuk bisa start pagi harinya.

Sebisa mungkin, mekanik diharapkan mampu mengoptimalkan performa dan durabilitas kendaraan pasca alami insiden agar bisa kembali mengejar ketertinggalan waktu yang bisa diakibatkan penalti. Setidaknya bisa memenangkan setiap stage.

Tak sekadar kendaraan yang memiliki potensi rusak, namun juga paling krusial adalah keselamatan pembalapnya. Seperti Sam Sunderland yang harus undur diri akibat alami insiden. Meski bisa kembali ke bivouac, tapi nyeri mendera sehingga harus diterbangkan ke Rumah Sakit untuk melihat lebih jauh cideranya.