Ada banyak alibi bagi seseorang untuk terjun di dunia balap. Namun bagi Tjandra, pembalap yang turun di Kejuaraan Indonesia Retro Race dalam gelaran Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM), hal yang membuatnya jatuh hati dengan balap roda empat adalah untuk terus menjaga tali silaturahmi dengan sesama pengguna mobil retro.

Maklum, pria yang menggeber Toyota Corolla lansiran 1979 ini juga merupakan seorang fanatik mobil retro."Latar belakang saya tadinya tidak ada di balap mobil. Tapi memang saya suka dengan balap motor. Jadi baru tiga tahun saya aktif di balap mobil retro ini. Saya juga ikut aktif komunitas retro di Tangerang. Tapi awalnya tertarik dengan balap ini karena awalnya ikut balap motor, dan kebawa ke sekarang di balap mobil," buka Tjandra dengan nada malu-malu.

Menginjakan kaki di dunia motorsport memang bukan perkara mudah, ada banyak yang harus dipersiapkan. Sebut saja kekuatan finansial yang menjadi penyokong utama, ini merupakan modal wajib yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Namun bagi Tjandra, ia termasuk beruntung lantaran saat memasuki tahun keduanya balapan di ISSOM, ia mendapat dukungan dari Kratingdaeng.

"Kalau dari saya, dengan masuknya Kratingdaeng sebagai sponsor, memberikan semangat baru. Karena bagi saya, ini adalah momen yang bisa dibilang langka, karena saya seorang privateer, tapi mendapat dukungan dari sponsor yang besar," imbuh Tjandra.

Selain kekuatan finansial, ada hal lain yang juga dikorbankan oleh seorang kepala keluarga ini. Namun, hal tersebut tidak membuat waktunya bersama keluarga terlewat begitu saja. Buktinya, setiap penampilannya, Tjandra mengaku setiap hari balapan yang diadakan hari Minggu, keluarga kecilnya ini selalu datang untuk memberikan dukungan langsung. Terlebih sang buah hati tercintanya.

"Kalau anak-anak sudah tahu sejak tiga tahun belakangan. Mereka mendukung banget, selain itu anak-anak saya juga senang dunia otomotif. Mereka support penuh untuk hobi balap saya. Ini juga menjadi sekalian refreshing keluarga," tutur pembalap dengan nomor start 17 ini.

Beruntung Tjandra memiliki mertua yang punya passion yang sama, yakni dunia otomotif. Hal tersebut semakin menguntungkan Tjandra karena dengan begitu, Tjandra langsung mendaulat Bapak mertuanya sebagai kepala mekanik yang menangani Corolla 79 tersebut untuk di atas lintasan balap.

"Kalau di keluarga memang tidak ada silsilah balap. Hanya adik ipar saya yang memang dia suka dengan balap cross. Tapi Bapak mertua saya memang senang dengan dunia mesin, sehingga dia yang mengatur semuanya. Dan menjadi lebih mudah komunikasinya," jelasnya.

Bicara prestasi yang berhasil ia kumpulkan selama musim lalu memang masih terbilang fluktuatif. Artinya, setiap seri yang diikuti oleh Tjandra terkadang berhasil manis, namun kadang juga berhasil kurang mengenakan. Ada sebuah cerita yang disesalkan oleh Tjandra pada musim balap lalu. Karena ia harus membagi tugas antara pekerjaan dan hobi, dirinya harus merelakan salah satu seri pada tahun lalu karena kesibukannya di dunia kerja

"Musim lalu bagus, khususnya tahun 2016 dan 2017. Tahun lalu sempat menjadi kandidat untuk menempati Juara 3 umum. Namun karena ada tugas akhirnya saya tidak bisa ikutan dan malah melorot, bahkan sampai turun di peringkat keempat klasemen akhir," kenangTjandra.

Dengan masuknya Kratingdaeng sebagai sponsor di tahun ini, membuat pemicu Tjandra untuk tampil lebih baik lagi. Bahkan dirinya bertekad untuk bisa membawa pulang hasil yang maksimal di setiap serinya.

"Untuk tahun ini mudah-mudahan sesuai target dan bisa meraih podium di setiap seri hingga akhir musim," tandasnya.