Malang – Gelaran balap motorcross yang digelar dengan tagline Kratingdaeng Supercrosser The Ultimate Dirtwar, yang diadakan di Sirkuit Djagung, Tlogowaru, Kedung Kandang, Malang, Jawa Timur menarik perhatian para crosser muda. Sedikitnya 100 pembalap usia muda hingga usia lanjut bertarung di jalan berdebu dan berbatu. Gelaran motorcross yang digelar di Sirkuit Djagung ini, sebenarnya adalah sebuah event olahraga yang biasa dikenal di luar negeri dengan nama Enduro Cross, yang juga adalah bagian dari motorcross itu sendiri. Sebagai salah satu bentuk olahraga baru di Indonesia, di mana bukan cuma skill bermotor yang diutamakan, melainkan juga fisik dan stamina yang teramat prima.

Dalam konteks ini, Enduro Cross menggunakan motor yang sedikit berbeda dengan motor trail pada umumnya. Motor Enduro dirancang sebagai kendaraan untuk melakukan petualangan, baik untuk jarak jauh atau pun jarak dekat, dan dirancang untuk bisa bertahan dalam kondisi jalan ekstrim. Ketahanan yang dimaksud di sini sebenarnya bukan hanya untuk motor, tapi juga rider yang harus melewati berbagai rintangan yang telah disiapkan pihak penyelenggara. Misalnya, rider harus melewati berbagai rintangan khas jalur trabas, jalanan berbatu, melewati sungai, naik turun bukit yang ekstrim, bahkan jalanan berlumpur. Ban yang dipakai oleh motor enduro adalah ban dengan motif batik ban kotak-kotak, atau sering disebut dengan ban pacul dan ada juga yang menyebut “ban tahu” sesuai dengan habitat atau jalur yang dilewatinya.

Enduro Cross sebagai genre baru di ajang motorcross yang ditampilkan oleh Kratingdaeng, dalam gelaran Kratingdaeng Supercrosser The Ultimate Dirtwar. Tentunya ini sebuah olahraga extreme dan juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat. Hal ini terbukti, ketika ajang ini untuk pertama kali digelar di Sirkuit Djagung, Kedung Kandang, Malang, mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat setempat. Selain karena penonton yang tidak dipungut biaya, Enduro Cross rencananya pada tahun 2019 akan dilombakan di tingkat nasional sekaligus pencarian bibit unggul. “Kalau kita melihat industri di olahraga saat ini, sepak bola adalah olah raga yang menempati peringkat pertama terbanyak digandrungi masyarakat, dan yang kedua adalah otomotif. Hal inilah yang menjadikan kenapa Kratingdaeng menggelar olah raga extreme ini. Motorcross sesuai dengan karakternya Kratingdaeng, yang membutuhkan stamina yang prima, selain itu power-nya juga harus prima, dan semua itu ada pada produk Kratingdaeng semua,” ungkap Sigid Hindorosito Brand Manager PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical.

Di Indonesia sendiri dunia otomotif, khususnya roda dua berkembang amat pesat. Dan Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna sepeda motor terbesar di dunia. “Dalam gelaran enduro cross ini, Kratingdaeng bersama wadah otomotif seperti IMI memiliki tanggung jawab menyalurkan dan menampung bakat-bakat generasi muda dalam olahraga extreme ini,” tambah Sigid. PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical sebagai produsen Kratingdaeng di Indonesia akan menjadi penyelenggara untuk kegiatan enduro cross di 12 kota dengan 15 titik lokasi di Indonesia. “PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical selaku produsen Kratingdaeng yakin, olahraga Endurocross akan dapat berkembang di Indonesia, dan dirinya sangat berharap Indonesia akan menjadi tuan rumah Enduro Cross di kelas dunia,” tandas Sigid.

djagung-1
djagung-2
djagung-3
djagung-4